Alunan Orkestra di Museum Geologi

Alunan Orkestra di Museum Geologi

Dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI, Museum Geologi bekerja sama dengan Acacia Youth String Orchestra (AYSO Bandung) telah menyelenggarakan pertunjukan orkestra dengan tajuk; "Musik Museum 2022", pada tanggal 20 dan 21 Agustus 2022. Pertujukan digelar di hall lantai 2 Museum Geologi.

Kali ini, AYSO berkesempatan membawakan musik klasik di Museum Geologi pada pagelaran “Musik Museum”. Pertujukan “Musik Museum” merupakan salah satu program rutin AYSO, yaitu Kilas Klasik, dengan tujuan mengenalkan musik klasik kepada masyarakat awam. AYSO pun sudah cukup lama berkolaborasi dengan Museum Geologi sejak 2017. Acara Musik Museum merupakan sebuah konser yang rutin digelar setiap tahunnya. Kilas Klasik sendiri merupakan pertunjukan klasik yang diselenggarakan di public space atau ruang umum.

Musik orkestra yang mengalun memenuhi ruang museum hingga memanjakan telinga pengunjung ini dipimpin oleh direktur musik, Arya Kitti. Terlebih, AYSO membawakan alunan indah orkestra dan nyanyian soprano abad ke-17 klasik, seperti Baroque Music atau yang sering disebut sebagai ‘Musik Kamar’, juga cuplikan ‘Opera’ populer. Karya klasik yang dibawa pada konser antara lain; karya musik klasik ciptaan Handel, Rameau, Mozart, dan Pleyel. Selain membawakan alunan musik Klasik dan Musik Kamar, menampilkan juga komposisi orkestra gesek karya populer dari Lucy Freia, Arya Kitti, dan Ismail Marzuki. Tidak lupa juga, dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI, dibawakan juga penampilan musik Dangdut yang memuaskan para penonton.


Konser “Musik Museum 2022” telah sukses membuat sebuah konser klasik yang menyenangkan bagi para penonton. Pemilihan ruangan untuk konser klasik tidak bisa sembarangan, suhu dan kelembapan bisa berpengaruh. Kondisi ruangan dan penampilan terbaik dari setidaknya 18 musisi AYSO dan Ardelia Padma Sawitri sebagai soprano mampu membawa penonton masuk kedalam alunannya.

Menurut Arya Kitti, tantangan terbesar ketika tampil di ruang publik adalah ketidak mampuan untuk mengatur distraksi yang berpengaruh terhadap konsentrasi pemain. Terlebih lagi, suasana yang dibangun oleh program Kilas Klasik ini adalah suasana santai, informal, namun mengedukasi.

“Akuistiknya kemaren tuh sebetulnya bagus banget, aku seneng banget konser di Museum Geologi baik itu lantai 1 maupun lantai 2, karena akuistiknya sebetulnya sangat bagus buat orkes, sebetulnya bagus banget. Tapi memang kendalanya keberisikannya”, ujar Arya Kitti.

Dengan digelarnya konser “Musik Museum 2022” menjadi sebuah konser pembuka bagi rangkaian konser yang akan AYSO laksanakan kedepannya. Diharapkan dengan terlaksananya pertunjukan ini, pengunjung Museum Geologi terhibur dan lebih mengenal musik klasik.

Penulis: Arya S, Metha A.S, Nabila A

Bagikan
Rifaldi Efriansyah, S.Pd.
Desainer Grafis dan Multimedia

Tim Kerja Edukasi dan Informasi